Senin, 01 Agustus 2016

Pengelompokan Hewan



Istilah yang dipakai dalam penggolongan/pengelompokkan hewan biasanya dimulai dari yang kecil ke yang besar. Yaitu species, genus, familia, ordo, kelas dan phylum. Pengelompokan terbesar adalah phylum. Hewan di bumi dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu hewan bertulang belakang (vertebrata) dan kelompok hewan yang tidak bertulang belakang (avertebrata).


A.       Vertebrata (Hewan yang bertulang belakang)
·           Pieces (Ikan)
Hewan ini hidup di air dan bernapas dengan insang. Pada umumnya hewan pieces berkulit yang dipenuhi dengan sisik. Suhu tubuhnya mengikuti suhu air di sekitarnya.

·           Amphibia (Ampibi)
Hewan golongan ini dapat bertahan hidup di darat dan juga di air. Ampibi berdarah dingin dan suhu tubuhnya mengikuti suhu di sekitarnya. Ampibi dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulitnya. Sedangkan ampibi yang belum dewasa bernapas dengan insang dan hidup di air.

·           Reptilia (Reptil)
Tubuh hewan reptil penuh dengan sisik. Reftil berdarah dingin dan suhu tubuh sesuai dengan suhu di sekitarnya. Reptil bernapas dengan paru-paru, contohnya: kadal, penyu, cicak, ular, buaya, kura-kura, dan lainnya.

·           Aves (Burung)
Tubuh burung tertutup oleh bulu. Burung berdarah panas. Suhu tubuhnya tetap meskipun sekalipun suhu di sekitarnya panas.

·           Mamalia (Hewan menyusui)
Hewan menyusui berdarah panas. Bisanya mempunyai dua pasang anggota badan dan hidup di darat. Namun ada juga yang hidup di laut. Mamalia bernapas dengan paru-paru.
 
B.       Avertebarata (Hewan yang tak bertulang belakang)
·           Protozoa (Hewan bersel satu)
Hewan ini tubuhnya terdiri dari satu sel tunggal. Contohnya adalah amuba, paramaecium, dan euglena.

·           Porifera (Hewan berpori)
Tubuh hewan berpori terdiri dari banyak sel. Tetapi belum ada saraf dan otot. Pori halus dalam tubuhnya merupakan jalan masuk air. Di dalam terdapat sel-sel berbulu cambuk. Sel tersebut berguna untuk menyerap makanan yang larut bersama air yang melewatinya. Hewan itu disebut hewan spon. Contohnya adalah ascetta.

·           Coelenterata (hewan berongga)
Tubuh hewan ini berongga. Mereka mempunyai alat berupa sel-sel dengan rambut yang mengandung racun yang dapat ditusukan ke dalam tubuh hewan mangsanya. Contohnya: hidra

·           Vermes (Hewan cacing)
Bentuk tubuh ada yang seperti pita (pipih) dan bulat panjang (gilig). Contohnya cacing hati, cacing getar, cacing tanah, dan lain-lain.

·           Arthopoda (Hewan berbuku-buku)
Kaki hewan yang berbuku-buku tersusun dari batang yang bersendi. Contohnya adalah:
1.        Serangga (insecta)
Badang serangga terdiri atas 3 bagian. Kakinya tiga pasang. Tiap ruas dada mempunyai sepasang kaki. Biasanya bersayap dua pasang. Dadanya terdiri 3 ruas. Serangga merupakan makhluk hidup yang paling banyak jenisnya. Contohnya: nyamuk, capung, lalat, dan lainnya.

2.        Udang (crustaceae)

3.        Laba-laba (arachnoida)
Badanya terbagi menjadi 2 bagian. Kakinya empat pasang. Laba-laba tidak bersayap dan badannya menjadi satu dengan kepala. Contohnya laba-laba dan caplak anjing.

·           Molusca (Hewan lunak)
Tubuhnya lunak tidak berbuku-buku dan kaya kelenjar lendir. Ada tiga golongan hewan lunak, yaitukerang, cumi-cumi, dan siput.
1.        Kerang (lamilibranchiaca)
Tubuh kerang terdiri atas kaki di tengah-tengah dengan sepasang insang berbentuk lempeng di kanan-kirinya. Tubuh kerang dilindungi oleh rumah yang terdiri atas dua bagian yang dapat terbuka dan tertutup. Pada kulit kerang terdapat lapisan mutiasa.

2.        Cumi-cumi (cephalopoda)
Cumi-cumi dapat mengeluarkan cairan hitam untuk melindungi dirinya.
3.        Siput (gastrophoda)

·           Echinodermata (Hewan berkulit duri)
Hewan ini terasa kasar. Duri-duri kecil dan zat kapur banyak terdapat pada kulitnya. Contoh: bintang laut (asteroidea), landak laut (echinoidea), lilia laut (crinoidea), tripang (holothuroidea).



Sumber:
Yudhistira Ikranegara, RPAL untuk sekolah dasar (SD) kelas IV, V, dan VI, Apindo: Jakarta, Cet.ke-5, 2011